BAB II

 

TANGGUNG JAWAB SOSIAL SUATU BISNIS

 

 


 1.     Benturan Dengan Kepentingan Masyarakat

 

John Elkington (1997) , merumuskan Triple Bottom Line  atau tiga faktor  utama operasi perusahaan dalam kaitannya dengan lingkungan dan manusia, yaitu faktor manusia dan masyarakat (people), faktor ekonomi dan keuntungan (profit), serta faktor lingkungan (Planet). Ketika faktor ini juga terkenal dengan sebutan triple-P (3P) yaitu people, profit and planet. Ketiga faktor ini berkaitan satu sama lain. Masyarakat tergantung pada ekonomi; ekonomi dan keuntungan perusahaan tergantung pada  masyarakat dan lingkungan, bahkan ekosistem global. Inilah yang sering disebut sebagai tanggung jawab sosial perusahaan

(Corporate Social Responsibility ), suatu paham yang menyatakan bahwa perusahaan mempunyai kewajiban terhadap kelompok–kelompok  masyarakat  selain dari para pemilik perusahaan dan di luar yang ditentukan oleh undang-undang. Walaupun bisnis tidak dapat diharapkan 100 persen mengambil seluruh tanggung jawab sosial yang begitu luas permasalhannya, namun  mereka tidak dapat menutup mata terhadap perlunya perubahan sosial. Kerja sama yang aktif dengan intitusi pemerintah dalam berbagai level serta dukungan dan partisipasi anggota masyarakat lewat LSM dan yang lainnya dalam mengatasi isu-isu dan realita masalah sosial di masyarakat merupakan suatu harapan umum dan bagian dari tanggung jawab bisnis masa kini dan yang akan datang.

 

2.     Dorongan Tanggung Jawab Sosial

Tanggung jawab sosial dunia usaha dipengaruhi oleh berbagai kekuatan, yaitu norma sosial dan budaya, hukum serta regulasi, praktik dan budaya organisasi. Jadi, boleh dikatakan dia terbentuk karena dorongan kemanfaatan, moralitas, dan keadilan.

Dalam perspektif  usaha  jangka panjang yang harus lebih  diperhatikan perusahaan adalah  kesadaran akan segudang  tanggung jawab sosial perusahaan  sebagai  kewajiban organisasi  usaha  dalam rangka untuk melindungi lingkungan dan memajukan masyarakat di mana organisasi  dan pasar  perusahaan berada .Tanggung jawab sosial dunia bisnis bukanlah bentuk tanggung jawab yang dipaksakan apalagi atas dasar tekanan, ancaman, atau paksaan, melainkan tanggung jawab yang didasari kaidah moral, komitmen sosial, dan etika bisnis yaitu suatu tuntutan mengenai perilaku, sikap dan tindakan yang diakui, sehubungan suatu jenis kegiatan usaha suatu perusahaan terkait  penerapan tanggung jawab sosial suatu perusahaan  yang timbul dari dalam perusahaan itu sendiri .

 

http://www.arthagrahapeduli.org/index.php?option=com_content&view=article&id=1009:etika-bisnis-dan-tanggung-jawab-sosial-perusahaan&catid=52:umum&Itemid=57&lang=in

 

3.     Etika Bisnis

Secara sederhana yang dimaksud dengan etika bisnis adalah suatu cara dalam melakukan kegiatan usaha dengan memperhatikan  seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan, industri dan juga masyarakat. Kesemuanya ini merupakan suatu kesatuan yang  mencakup bagaimana kita menjalankan usaha  secara adil (fairness), sesuai dengan hukum yang berlaku (legal) serta tidak tergantung pada kedudukani individu ataupun perusahaan di masyarakat.Etika bisnis dapat diartikan  lebih luas dari ketentuan yang diatur oleh hukum, bahkan bisa  merupakan standar yang lebih tinggi dibandingkan standar minimal ketentuan hukum, karena dalam kegiatan bisnis seringkali kita temukan transaksi dan kegiatan yang tidak diatur oleh ketentuan hukum.

Etika sebagai rambu-rambu dalam suatu kelompok masyarakat akan dapat membimbing dan mengingatkan anggotanya kepada suatu tindakan yang terpuji (good conduct) yang harus selalu dipatuhi dan dilaksanakan.

Dalam menciptakan etika bisnis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain ialah :

  • Pengendalian diri
  • Pengembangan tanggung jawab sosial (social responsibility)
  • Mempertahankan jati diri dan tidak mudah untuk terombang-ambing oleh pesatnya perkembangan informasi dan teknologi
  • Menciptakan persaingan yang sehat
  • Menerapkan konsep “pembangunan berkelanjutan”
  • Menghindari sifat 5K (Katabelece, Kongkalikong, Koneksi, Kolusi dan Komisi)
  • Mampu menyatakan yang benar itu benar
  • Menumbuhkan sikap saling percaya antara golongan pengusaha kuat dan golongan pengusaha kebawah
  • Konsekuen dan konsisten dengan aturan main yang telah disepakati bersama
  • Menumbuhkembangkan kesadaran dan rasa memiliki terhadap apa yang telah disepakati
  • Perlu adanya sebagian etika bisnis yang dituangkan dalam suatu hukum positif yang berupa peraturan perundang-undangan

 

http://blog.trisakti.ac.id/anitarosmalina/files/2011/12/etika-bisnis-coba.pdf

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4. Bentuk-bentuk Tanggung Jawab Sosial Suatu Bisnis

Penjabaran dari kepedulian sosial dari suatu bisnis berbentuk pelaksanaan tanggung jawab sosial bisnis. Sejalan dengan itu dapat dilihat bahwa semakin tinggi tingkat kepedulian sosial suatu bisnis maka semakin mengingkat pula pelaksanaan praktek bisnis etika dalam masyarakat.beberapa bentuk pelaksanaan tanggung jawab sosial yang dapat kita temui di Indonesia adalah :

 

  • Pelaksanaan hubungan industrial pancasila ( HIP )

Kesepakatan Kerja Bersama ( KKB ) merupakan bentuk pelaksanaan yang telahbanyak dijalankan pengusahan dengan karyawannya dan dituangkan dalam buku.Dimana diatur kewajiban dan hak masing-masing pihak. Beberapa contoh hakkaryawan adalah cuti, tunjangan hari raya,dan pakaian kerja.

 

  • Analisis mengenai dampak lingkungan ( AMDAL )

Penangan limbah industry sebagai bagian dari produksi sebagai bentuk partisipasilingkungan.

 

  • Penerapan prinsip kesehatan dan keselamatan kerja ( K3 )

Penekanan pada factor keselamatan pekerja dengan mempergunakan alat-alat yangberfungsi menjaga keselamatan, seperti topi pengaman,masker pelindung maupunpakaian khusus lainya.

 

  • Perkebunan inti rakyat ( PIR )

System perkebunan yang melibatkan besar milik Negara dan kecil milik masyarakat.Perkebunan besar berfungsi sebagai inti dan motor penggerak perkebunan dimanasemua bahan bakunya diambil dari perkebunan kecil di sekitarnya yang berfungsisebagai plasma.

 

  • System bapak angkat dan anak-anak angkat

System ini melibatkan pengusaha besar yang mengangkat pengusahakecil/menengah mitra kerja yang harus mereka bina terkadang hal ini menyebabkanmasalah kepada pengusaha oleh karena itu dibutuhkan kesadaran tinggi dalampelaksannanya.

 

 

http://www.scribd.com/doc/76498860/BAB-13-Tanggung-Jawab-Sosial-Suatu-Bisnis

 

Terimakasih kepada saudara/i dan blogger yang secara tidak langsung telah membantu dan memberikan sumber informasi guna menyelesaikan tugas ini, dan mohon maaf apabila saya menambahkan pendapat saya sendiri di tugas ini.