BAB III

 

BISNIS INTERNASIONAL

1.      Hakikat Bisnis Internasional

Dunia kini menghadapi era globalisasi sebagai akibat makin banyak Negara melaksanakan liberalisasi dan reformasi ekonomi yang ditunjang oleh majunya teknologi komunikasi dan transportasi.

Bentuk kerjasama dan bisnis Internasional yang ada saat ini diantaranya :

  • Kerjasama multilateral yaitu kesepakatan GATT (General Agreement on Tariff and Trade) tanggal 15 April 1994 menghasilkan keputusan penting menyangkut pembentukan WTO ( World Trade Organization) pada tanggal 1 Januari 1995 dan rencana liberalisasi perdagangan. Terkait hal ini, maka dunia usaha pun harus mampu meningkatkan efisiensi dan produktivitasnya agar dapat bersaing dengan produk sejenis dan produk substitusi dari seluruh penjuru dunia.
  • Kerjasama regional

(a) Masyarakat Eropa (European Community)

(b) NAFTA (North American Free Trade Area)

(c) APEC (Asia Pasific Economic Cooperation) didirikan November 1989 dan memiliki 18 negara anggota. Berdasarkan deklarasiBogor, akan diciptakan perdagangan yang bebas dan terbuka di kawasan Asia Pasifik pada tahun 2020. Sasaran Negara maju pada tahun 2010 dan Negara berkembang tahun 2020.Indonesiatermasuk Negara berkembang, tinggal 10 tahun lagi menghadapi era keterbukaan yang penuh tantangan itu. Siapkah kita ?

  • Kerjasama pengembangan sub-regional seperti SIJORI antar Negara ASEAN.

Gejala yang mewarnai era bisnis dan perdagangan di masa datang adalah semakin kuatnya blok perdagangan, pudarnya paham marxisme, tergesernya Amerika Serikat sebagai lokomotif ekonomi oleh Jepang dan Cina, berakhirnya perang dingin antara Uni Sovet dan AS, kejatuhan ekonomi di Negara Eropa, tahun 1998 Indonesia dilanda krisis moneter, AS saat ini sedang mengalami guncangan ekonomi  keterpurukan ekonomi akibat banyaknya kredit macet di sektor property dan mulai tumbangnya paham ekonomi kapitalis.

2.      Alasan Melaksanakan Bisnis Internasional

Faktor yang mendorong bisnis Internasional diantaranya :

(a) market driver

(b) cost driver

(c) government driver

(d) competitive driver

(e) faktor lain.

 

Market driver tergantung pada aspek perilaku konsumen, sturktur saluran distribusi, dan sifat pemasaran dalam industri yang bersangkutan. Contoh : meningkatnya arus wisatawan asing dan perjalanan antar Negara, konsumen dengan gaya hidup yang berubah seperti orang Prancis menyukai McDonald’s made in AS, dan orang AS menyukai shabu-shabu Hoka-hoka Bento made in Jepang.

Cost driver bergantung pada aspek ekonomi dunia bisnis seperti inovasi teknologi yang semakin cepat, kemajuan dalam transportasi, munculnya NIC (newly industrializing countries) dengan kapabilitas yang produktif dan biaya tenaga kerja yang murah misalnya, cina,Taiwan,Vietnam, danThailand.

Government driver tergantung pada tindakan pemerintah seperti hambatan tariff, pengurangan hambatan non-tarif, pembentukan blok perdagangan, berkurangnya peranan pemerintah.

Competitive driver tergantung pada tindakan pesaing seperti peningkatan level perdagangan dunia, semakin banyaknya Negara yang menjadi kunci kompetisi seperti Jepang dan Korea, semakin bertambahnya jumlah perusahaan yang dimiliki pihak asing, muncul pesaing baru dalam bidang industry otomotif dan elektronik, tumbuhnya jaringan global, muncul global strategic alliances, dan perusahaan bersifat globally centered.

Faktor lain diantaranya adalah revolusi dalam informasi dan komunikasi, globalisasi pasar-pasar financial, dan penyempurnaan dalam bisnis travel.

 

(Sumber buku Strategi Pemasaran, Fandy Tjiptono penerbit Andi Yogyakarta)

 

3.      Tahap-tahap dan Hambatan Memasuki Bisnis Internasional

 

1. Perusahaan domestic; yaitu perusahaan yang memfokuskan orientasi dan strategi pada pasar, pemasok, dan pesaing domestic;

2. Perusahaan internasional; yaitu perusahaan yang melayani pasar domestic (nasional) di negaranya sendiri dan pasar nasional di Negara lain.

3. Perusahaan multinasional; yaitu perusahaan yang menjual produknya ke banyak Negara dan memperlakukan setiap Negara sebagai pasar tersendiri; karena setiap Negara di anggap unik sehingga untuk melayaninya diperlukan program pemasaran tersendiri dan independen.

4. Perusahaan global; yaitu perusahaan yang memperlakukan dunia sebagai satu pasar. Orientasi bisnis perusahaan global adalah geosentris, yakni menganggap pasar duni memiliki persamaan dan perbedaan, sehingga memungkinkan memanfaatkan strategi global yang memanfaatkan kesamaan yang ada menanggapi perbedaan yang ada.

 

http://ekonomi.kompasiana.com/bisnis/2011/11/02/pengantar-bisnis-bagi-mahasiswa-bagian-2/

 

4.      Hambatan Dalam Memasuki Bisnis Internasional

Ketatnya pasar dalam negeri, membuat sebagian pelaku UKM memanfaatkan pasar global yang masih terbuka peluang lebar. Namun untuk memasuki pasar globalpun tidak mudah, karenastrategi pemasaran di luar negeri berbeda dengan pemasaran bisnis di pasar lokal. Sehingga ada beberapa hal yang menjadi kendala UKM memasuki pasar global, berikut informasi selengkapnya :

 

  • Budaya
    Mungkin Anda sudah mengenal budaya Indonesia, namun apa Anda mengenal budaya negara lain? Oleh karena itu, sebelum memasuki pasar di sebuah negara, sebaiknya Anda mencari tahu perbedaan budaya pasar dan perilaku konsumen dari negara tersebut.
  • Peraturan
    Perhatikan peraturan pemasaran yang ada di suatu negara, karena setiap negara memiliki aturan yang diperbolehkan dan tidak diperbolehkan. Bisa jadi di negara kita strategi pemasaran tersebut diperbolehkan, tapi di negara lain ada peraturan yang melarang strategi itu. Tentu ini akan memberikan image buruk bagi produk Anda bukan?
  • Komunikasi
    Gaya bahasa disetiap negara memang beda, karena memiliki bahasa negara yang berbeda. Agar pemasaran Anda bisa efektif, pelajari bahasa dan logat dialog masyarakat di negara yang akan Anda tuju. Sehingga gaya bahasa pemasaran Anda bisa diterima masyarakat setempat, dan tidak menyinggung calon konsumen.
  • Ekonomi
    Tingkat perekonomian yang berbeda, juga mempengaruhi daya beli konsumen akan sebuah produk. Bisa jadi produk Anda menjadi kualitas terbaik di pasar lokal, namun dipasar global produk Anda belum tentu menjadi produk unggulan.

 

http://bisnisukm.com/kendala-ukm-memasuki-pasar-global.html

 

5.      Perusahaan Multinasional

Perusahaan multinasional atau PMN adalah perusahaan yang berusaha di banyak negara; perusahaan ini biasanya sangat besar. Perusahaan seperti ini memiliki kantor-kantor, pabrik atau kantor cabang di banyak negara. Mereka biasanya memiliki sebuah kantor pusat di mana mereka mengkoordinasi manajemenglobal.

Perusahaan multinasional yang sangat besar memiliki dana yang melewati dana banyak negara. Mereka dapat memiliki pengaruh kuat dalam politik global, karena pengaruh ekonomi mereka yang sangat besar bagai para politisi, dan juga sumber finansial yang sangat berkecukupan untuk relasi masyarakat dan melobi politik.

Karena jangkauan internasional dan mobilitas PMN, wilayah dalam negara, dan negara sendiri, harus berkompetisi agar perusahaan ini dapat menempatkan fasilitas mereka (dengan begitu juga pajak pendapatan, lapangan kerja, dan aktivitas eknomi lainnya) di wilayah tersebut. Untuk dapat berkompetisi, negara-negara dan distrik politik regional seringkali menawarkan insentif kepada PMN, seperti potongan pajak, bantuan pemerintah atau infrastruktur yang lebih baik atau standar pekerja dan lingkungan yang memadai.

 

http://id.wikipedia.org/wiki/Perusahaan_multinasional

 

Terimakasih kepada saudara/i dan blogger yang secara tidak langsung telah membantu dan memberikan sumber informasi guna menyelesaikan tugas ini, dan mohon maaf apabila saya menambahkan pendapat saya sendiri di tugas ini.