BAB IV

AKUNTANSI DAN LAPORAN KEUANGAN

 

1. DEFINISI AKUNTANSI

Definisi akuntansi dapat dilihat dari 2 (dua) sudut pandang yaitu:

1.      Fungsi dan Kegunaan

Akuntansi merupakan aktivitas jasa yang berfungsi memberikan informasi kuantitatif mengenai kesatuan-kesatuan ekonomi terutama yang bersifat keuangan yang bermanfaat dalam pengambilan keputusan.

2.      Proses Kegiatan

Akuntansi adalah seni mencatat, mengklasifikasi dan mengikhtisarkan transaksi-ttransaksi kejadian yang sekurang-kurangnya atau sebagaian bersifat keuangan dengan cara menginterpretasikan hasil-hasilnya.

 

http://ciku.typepad.com/blog/2009/12/definisi-akuntansi.html

 

2. FUNGSI AKUNTANSI

  • Fungsi dasar Akuntansi

# Menciptakan sistem akuntansi

# Membuat prosedur untuk mencatat, menggolongkan dan memeasukan secara singkat transaksi-transaksi perusahaan

# Memberikan laporan/keterangan pada manajemen untuk penyusunan anggaran dan pengendalian aktiva dan pengambilan keputusan

 

  • Fungsi Akuntansi

# Menyiapkan metode dan standar untuk mengukur ongkos yang telah dikeluarkan

#  Melaporkan data akuntansi

#  Menafsirkan data akuntansi

 

www.fe.unpad.ac.id/elearning_fe/dosen/…/Fungsi%20Akuntansi.ppt

 

3. PIHAK PIHAK YANG BERKEPENTINGAN DALAM AKUNTANSI

1. Pemilik Perusahaan

Sangat berkepentingan terhadap laporan tersebut, pemilik perusahaan akan dapat menilai sukses tidaknya manajer dalam memimpin perusahaan dan kesusksesan seorang manajer biasanya diukur dengan laba yang diperoleh perusahaan. Dengan kata lain laporan keuangan diperlukan oleh pemilik perusahaan untuk menilai kemungkinan hasil-hasil yang akan dicapai dimasa yang akan datang sehingga bisa menaksir bagian keuntungan yang akan diterima.

2. Manajer atau pimpinan perusahaan

Dengan mengetahui posisi keuangan perusahaan periode yang baru lalu akan dapat menyusun rencana yang lebih baik, memperbaiki sistem pengawasannya dan menentukan kebijaksanaan-kebijaksanaan yang lebih tepat. Bagi manajemen yang penting adalah bahwa laba yang dicapai cukup tinggi, cara kerja efesien, aktifa aman dan terjaga baik, struktur permodalan sehat dan bahwa perusahaan mempunyai rencana yang lebih baik mengenai hari depan, baik dibidang keuangan maupun dibidang operasi.

3. Para Investor

Banker maupun para kreditur lainnya sangat berkepentingan atau memerlukan laporan keuangan perusahaan dimana mereka menanamkan modalnya. Mereka ini berkepentingan terhadap prosepek-prospek dimana mendatang dan perkembangan perusahaan selanjutnya, untuk mengetahui kondisi kerja atau kondisi keuangan jangka pendek perusahaan tersebut. Dari hasil analisa tersebut para investor, bankers dan para kreditur lainnya akan dapat menentukan langkah-langkah yang harus ditempuhnya.

4. Para Kreditur dan Bankers

Sebelum mengambil keputusan untuk memberi atau menolak permintaan kredit dari suatu perusahaan perlu mengetahui terlebih dahulu posisi keuangan perusahaan yang bersangkutan, posisi atau keadaan keuangan perusahaan pemintaan kredit akan dapat diketahui melalui penganalisaan laporan keuangan perusahaan tersebut.

5. Pemerintah

Pemerintah sangat berkepentingan terhadap laporan perusahaan tersebut, disamping untuk menentukan besarnya pajak yang harus ditanggung perusahaan juga sangat diperlukan oleh biro pusat statistik, dinas perindustrian, perdagangan dan tenaga kerja untuk dasar perencanaan penerintah. Laporan keuangan akan sangat penting bagi buruh terutama bagi perusahaan yang biasa memberikan bonus atau premi tiap-tiap akhir periode.

Jadi melalui laporan keuangan akan dapat dinilai kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban-kewajiban jangka pendek, stuktur modal perusahaan, distribusi aktivanya, keefektifan penggunaan aktiva, hasil usaha atau pendapatan yang telah dicapai, beban-beban tetap yang harus dibayar serta nilai-nilai buku tiap lembar saham perusahaan yang bersangkutan.
Sumber: http://id.shvoong.com/social-sciences/economics/2112809-pihak-yang-berkepentingan-pada-posisi/#ixzz1d7lLQnyj

 

4. PENGERTIAN DAN ISI LAPORAN KEUANGAN

Pengertian laporan keuangan menurut Baridwan (1992 : 17) laporan keuangan merupakan ringkasan dari suatu proses pencatatan transaksi-transaksi keuangan yang terjadi selama dua tahun buku yang bersangkutan.

Menurut Sundjaja dan Barlian (2001 : 47) laporan keuangan adalah suatu laporan yang menggambarkan hasil dari proses akuntansi yang digunakan sebagai alat komunikasi untuk pihak-pihak yang berkepentingan dengan data keuangan atau aktivitas perusahaan.

Sedangkan definisi laporan keuangan menurut Munawir (1991 : 2) laporan keuangan pada dasarnya adalah hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat untuk mengkomunikasikan data keuangan atau aktivitas suatu perusahaan.

Dapat disimpulkan laporan keuangan adalah laporan akuntansi utama yang mengkomunikasikan informasi keuangan kepada pihak-pihak yang berkepentingan, sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan ekonomi.

 

http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/07/laporan-keuangan-pengertian-dan-dasar.html

 

Laporan keuangan terdiri dari :

  • Laporan laba rugi yaitu laporan mengenai penghasilan, biaya, laba-rugi yang diperoleh suatu perusahaan selama periode tertentu.
  • Neraca yaitu laporan mengenai aktiva, hutang dan modal dari perusahaan pada suatu saat tertentu.
    a. Aktiva, dibagi menjadi dua yaitu :
    – Jangka panjang, yaitu jangka waktu lebih dari 1 tahun
    – Jangka pendek, yaitu jangka waktu 1 tahun atau kurang dari 1 tahun.
    b. Hutang dapat diklasifikasikan menjadi :
    – Dijamin penuh, kreditor yang diberi jaminan sama atau lebih dari besarnya hutang.
    – Dijamin sebagian, kreditor yang diberi jaminan kurang dari besarnya hutang
    – Kreditur tidak dijamin, kreditor yang tidak diberi jaminan dalam bentuk barang-barang tertentu.
  •  Laporan laba ditahan yaitu daftar kumulatif laba yang berasal dari tahun-tahun sebelumnya dan tahun berjalan yang tidak dibagikan sebagai deviden.
  • Laporan arus kas yang menunjukkan operasi perusahaan, investasi, dan aliran kas pembiayaan.

 

5. BENTUK NERACA DAN LAPORAN LABA RUGI

 

v  Laporan laba rugi dapat disajikan dalam dua bentuk yaitu single step dan multiple step.

  • Single Step/Langsung.

Laporan single step/langsung yaitu laporan laba rugi di mana semua pendapatan dijumlahkan menjadi satu, demikian juga untuk bebannya, kemudian dicari selisihnya untuk mengetahui laba atau rugi.

  • Multiple Step (Bertahap)

Laporan laba rugi bentuk multiple step (bertahap) adalah laporan laba rugi dengan mengelompokkan atau memisahkan antara pendapatan usaha dan pendapatan di luar usaha, dan memisahkan pula antara beban usaha dan beban di luar usaha, baru kemudian dicari selisihnya sehingga akan diperoleh laba atau rugi usaha.

 

http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/03/laporan-keuangan-perusahaan-dagang.html

 

# Neraca dapat disusun dalam dua bentuk yaitu bentuk skontro dan bentuk staffel.

  • Bentuk skontro, artinya menyusun harta pada sisi kiri dan utang pada sisi kanan atau bersebelahan.
  • Sedangkan bentuk staffel sering disebut dengan bentuk laporan, yaitu menempatkan harta pada bagian atas neraca dan utang dengan modal di bagian bawahnya, posisinya tidak seperti skontro.

 http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2009/12/bentuk-neraca/

 

6. TUJUAN LAPORAN KEUANGAN

Tujuan laporan keuangan menurut A Statement of Basic Accounting Theory (ASOBAT) dalam Sofyan Syafri Harahap (2000 : 6), merumuskan empat tujuan laporan keuangan sebagai berikut :

  • Membuat keputusan yang menyangkut penggunaan kekayaan yang terbatas dan untuk menetapkan tujuan.
  • Mengarahkan dan mengontrol secara efektif sumber daya manusia dan faktor produksi lainnya.
  • Memelihara dan melaporkan pengamanan terhadap kekayaan.
  • Membantu fungsi dan pengawasan sosial.

Lebih lanjut menurut APB Statement No.4 dalam Sofyan Syafri Harahap (2000 : 99), menyatakan bahwa tujuan laporan keuangan dapat digolongkan sebagai berikut :

1. Tujuan Khusus
Tujuan khusus dari laporan keuangan adalah untuk menyajikan posisi keuangan, hasil usaha dan perubahan posisi keuangan lainnya secara wajar sesuai dengan GAAP (General Accepted Accounting Principle).

2. Tujuan Umum
a. Memberikan informasi yang terpercaya tentang sumber-sumber ekonomi, dan kewajiban perusahaan dengan maksud :
(1) Untuk menilai kekuatan dan kelemahan perusahaan.
(2) Untuk menunjukkan posisi keuangan dan investasinya.
(3) Untuk menilai kemampuan perusahaan untuk menyelesaikan hutang-hutangnya.
(4) Menunjukkan kemampuan sumber-sumber kekayaannya yang ada untuk pertumbuhan perusahaan.
b. Memberikan informasi yang terpercaya tentang sumber kekayaan bersih yang berasal dari kegiatan usaha dalam mencari laba dengan maksud :
(1) Memberikan gambaran tentang deviden yang diharapkan pemegang saham.
(2) Menunjukkan kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban kepada kreditur, supplier, pegawai, pajak, pengumpulan dana untuk pelunasan.
(3) Memberikan informasi kepada manajemen untuk digunakan dalam pelaksanaan fungsi perencanaan dan pengawasan.
(4) Menunjukkan tingkat kemampuan perusahaan mendapatkan laba dalam jangka panjang.

c. Memberikan informasi keuangan yang dapat digunakan untuk menaksirkan potensi perusahaan dalam menghasilkan laba.
d. Memberikan informasi yang diperlukan lainnya tentang perubahan harta dan kewajiban.
e. Mengungkapkan informasi relevan lainnya yang dibutuhkan para pemakai laporan keuangan.

3. Tujuan Kualitatif
Adapun tujuan kualitatif dari laporan keuangan yaitu sebagai berikut :
a. Relevance, yaitu memilih informasi yang benar-benar dapat membantu pemakai laporan dalam proses pengambilan keputusan.
b. Understandability, yaitu informasi yang dipilih untuk disajikan bukan saja penting tetapi juga harus dimengerti oleh para pemakainya.
c. Verifiability, yaitu hasil akuntansi itu harus dapat diperiksa oleh pihak lain akan menghasilkan pendapatan yang sama.
d. Neutrality, yaitu laporan akuntansi itu harus netral terhadap pihak-pihak yang berkepentingan. Informasi dimaksudkan untuk pihak umum bukan pihak-pihak tertentu saja.
e. Timelines, yaitu laporan akuntansi hanya bermanfaat untuk pengambilan keputusan apabila diserahkan pada saat yang sama.
f. Comparability, yaitu informasi akuntansi harus dapat saling dibandingkan artinya akuntansi harus memiliki prinsip yang sama baik untuk suatu perusahaan maupun perusahaan lain.
g. Completeness, yaitu informasi akuntansi yang dilaporkan harus mencakup semua kebutuhan yang layak dari pemakai.
Sumber: http://id.shvoong.com/writing-and-speaking/presenting/2063100-tujuan-laporan-keuangan/#ixzz1hz2un663

 

Terimakasih kepada saudara/i dan blogger yang secara tidak langsung telah membantu dan memberikan sumber informasi guna menyelesaikan tugas ini, dan mohon maaf apabila saya menambahkan pendapat saya sendiri di tugas ini.